Introducing Mozilla Localizations to Telkom University Students

On Friday, September 5 2014, Telkom University Firefox Club held their 3rd event in Telkom University. This time, they introduced localizations efforts in Mozilla to other students in a small workshop event. I also came to the event and helped them a bit. Even though we only managed to gather 7 participants to this event, we got native speakers of Sundanese, Javanese, and Minangkabau language among them. This 3 languages are the local languages in Indonesia which Mozilla community is trying to localize to for Firefox.
In this event, we had some discussions with the participants about the importance of languages in the web, especially when it comes to browsers and the people who are genuinely new to the Internet. After the discussions, our Firefox Students Ambassadors, Bondan and Bagus, gave a short introduction about what Mozilla is, localizations of Mozilla projects in general, and then a tutorial to use Locamotion to localize our favorite browser to other languages. It didn’t take too long to get the participants excited to start trying the tools by themselves and spent a nice hour of localizing.

Advertisements

MozKopdarBDG

Beberapa hari yang lalu tepatnya Sabtu, 21 Desember 2013, Komunitas Mozilla Indonesia mengadakan MozKopdar Bandung yang bertempat di Java Preanger Coffee House, di Jalan Cisangkuy no. 68 Bandung. Kafe bernuansa klasik ini berhasil membuat kami merasa di rumah sendiri karena kenyamanan dan keramahan yang kami rasakan. Terima kasih pada M. Fadhil dan juga Fauzan yang telah memilih tempat ini. Acara “kopdar” ini dihadiri 21 orang, plus 3 orang Mozilla Reps yang membawakan presentasinya masing-masing.
Image

Saya yang kebetulan juga sebagai host di acara ini menceritakan kesuksesan Mozilla di tahun 2013 yang dapat kita lihat pada gambar berikut.
Image
Continue reading

Membuat Aplikasi Firefox OS

Membuat aplikasi untuk Firefox OS konsepnya sama dengan membuat aplikasi web untuk mobile, hanya saja ditambah berkas manifest. Oleh karena itu, yang perlu dipersiapkan hanyalah berikut ini.

  1. Menginstal Firefox OS Simulator
  2. Kembangkan aplikasi HTML5 yang responsif dan memanfaatkan kemampuan offline HTML5 dan fitur-fitur canggih HTML5 lainnya. Ujilah di Firefox OS Simulator.
  3. Host aplikasinya atau buat menjadi packaged app.
  4. Submit ke Firefox Marketplace.

Image

Jika sudah masuk ke Firefox Marketplace, selain aplikasimu siap diinstal di perangkat Firefox OS, aplikasimu juga bisa diinstal di Android lewat browser Firefox for Android (saat ini masih hanya untuk Firefox for Android versi Aurora), atau bahkan di desktop (lewat browser Firefox) dengan mengakses Firefox Marketplace.

Mematikan Opsi untuk Menambah Web Apps di Firefox untuk Ubuntu 12.10

Ubuntu 12.10 telah di-release. Banyak perbaikan dan tambahan fitur di release Ubuntu kali ini. Situs webupd8 telah me-reviewnya dengan cukup menarik. Namun, secara kasat mata sih, versi ini tidak begitu berbeda dengan versi sebelumnya.

Fitur baru dari Quantal salah satunya adalah adanya Web Apps, dimana beberapa situs populer bisa kita sulap menjadi aplikasi desktop melalui bantuan Firefox. Ketika situs populer tersebut dikunjungi melalui Firefox akan ada opsi untuk menambahkan Web Apps. Namun, untuk beberapa orang (termasuk saya), Web Apps ini tidak menarik (mungkin saya agak kuno ya :D ). Munculnya opsi tersebut setiap kali saya mengakses situs favorit saya terasa cukup mengganggu.

Oleh karena itu Firefox menyediakan pilihan untuk menonaktifkan opsi tawaran penambahan Web Apps tersebut. Caranya lewat menu Edit > Preferences > pilih tab General > hilangkan centang di “Prompt integration options for any website”. Done!

Firefox Beta atau Aurora di Ubuntu

Firefox punya 4 channel dalam perkembangannya: Nightly, Aurora, Beta, baru kemudian Final.

Firefox Channels

Firefox Channels

Artikel saya kali ini gak akan membahas detail tentang masing-masing channel, singkatnya, Nightly > Aurora > Beta > Final adalah channel dengan urutan dari versi dengan fitur-fitur paling baru namun sekaligus paling tidak stabil.

Yang akan saya bahas adalah bagaimana menginstalkannya di Ubuntu, karena saya adalah penggemar Firefox Beta. Untuk penggunaan sehari-hari, saya tidak menyarankan Anda menggunakan versi Aurora apalagi Nightly, terkecuali Anda web developer atau Firefox contributor yang benar-benar membutuhkannya. Sebaliknya untuk yang lain, saya merekomendasikan Anda semua untuk mencoba Firefox Beta, karena menurut saya sudah sangat stabil :D .

Di Ubuntu kita dapat menginstal Firefox Beta atau Aurora, atau Nightly, melalui repository PPA.

Menginstal Firefox Beta di Ubuntu (menimpa Firefox final yang sudah ada di komputer):
sudo add-apt-repository ppa:mozillateam/firefox-next && sudo apt-get update && sudo apt-get install firefox

Menginstal Firefox Aurora di Ubuntu (menimpa Firefox final/beta yang sudah ada di komputer):
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-mozilla-daily/firefox-aurora && sudo apt-get update && sudo apt-get install firefox

Menginstal Firefox Nightly di Ubuntu (dapat diinstal terpisah, akan muncul dengan nama “Nightly”, bukan “Firefox”):
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-mozilla-daily/ppa && sudo apt-get update && sudo apt-get install firefox-trunk

Firefox for Android (final)

Firefox for Android

Firefox for Android

Browser mantap yang satu ini akhirnya hadir untuk Android di Google Play Store, untuk info lebih lanjut berikut ada press release resminya edisi Bahasa Indonesia.

blog.mozilla.web.id/2012/06/mozilla-luncurkan-firefox-for-android-yang-lebih-cepat-dan-hebat

Atau langsung dapatkan di Google Play Store.