Menginstall Linux 3.0 di Ubuntu 11.04

Beberapa waktu lalu, major release dari Linux Kernel yaitu Linux 3.0 akhirnya meluncur. Kebetulan saya mendapat berita ini dari Google+, kemudian beberapa jam kemudian Torvalds mengumumkannya di lkml.org.

Status Linus Torvalds di Google+: "3.0 pushed out"

Status Linus Torvalds di Google+

Di Ubuntu, kernel ini akan mulai digunakan di versi Ubuntu yang berikutnya yaitu 11.10, namun ternyata bisa juga di-installkan di Ubuntu 11.04.  Kernel ini dilaporkan memiliki support yang lebih baik untuk prosesor baru seri Intel Sandy Bridge dan AMD Fusion. Selain itu Linux 3.0 juga mendukung filesystem Btrfs.

Continue reading

Advertisements

Tentang Elementary OS

Berangkat dari icon-pack yang dibuat untuk desktop GNOME, nama Elementary melambung tinggi, dan mulai merambah area desain lain di luar icon-pack, seperti theme untuk gtk yang sangat populer, yang bahkan dibuatkan banyak versinya oleh desainer lain, hingga versi KDE,dan nautilus-elementary (modifikasi file manager default GNOME dengan tampilan lebih minimalis) yang menjadi file manager default beberapa distro berbasis Ubuntu.

Siapa sangka, tim ini semakin eksis di dunia software setelah membuat beberapa aplikasi menarik untuk GNOME yang tetap memegang filosofi kesederhanaan dan minimalis, seperti postler, dexter, lingo, dan lain-lain. Akhirnya, pada awal 2011 kemarin tim Elementary meluncurkan distro linux varian Ubuntu dengan nama Elementary OS 0.1: Jupiter.

Continue reading

Crunchbang 10 Statler XFCE Review

Pernah Anda terjebak harus menggunakan komputer dengan spesifikasi rendah? Pastinya komputer tersebut terinstall Windows XP dan ketika membuka Firefox dengan 4 tab saja semuanya jadi slow motion dan bikin frustasi. Saya pernah, dan saya menulis ini dari sebuah laptop tua dengan RAM 512 MB saja, prosesor Intel Centrino jadul dan pernak-pernik retro lainnya.

Tapi saya tidak menerima keadaan itu, saya keluar dari jendela dan merasakan kebebasan yang ditawarkan oleh Linux. Ini semua tentang sebuah distro yang tergolong lightweight bernama Crunchbang Linux. Crunchbang awalnya menawarkan desktop dengan Openbox yang sangat ringan, namun kurang user friendly bahkan bagi pengguna Linux yang sudah cukup lama. Karena khawatir akan menghabiskan waktu mengutak-atik Openbox agar menjadi nyaman, saya lebih memilih versi XFCE. Crunchbang 10 Statler XFCE.

Mengejutkan, distro dengan desktop XFCE yang satu ini lebih ringan dari perkiraan saya. Kalau Xubuntu 10.10 yang pernah saya install dulu memakan RAM 150-200 MB ketika baru dinyalakan, yang satu ini hanya 60-80 MB saja dengan conky yang sudah terpasang dari sananya. Berikut screenshotnya, tampilan tema bukan default.

screenshot1-statler-standby

Bagian kanan atas gambar, conky menunjukan hematnya distro ini menggunakan RAM

Dan bukti kekuatannya, ketika saya buka Firefox 4 dengan 3 tab (salah satunya streaming video Youtube), membuat gambar di GIMP, menonton film dengan VLC, RAM masih menunjukan angka 256 MB dan semuanya berjalan mulus. Ini screenshotnya lagi.

screenshot2-statler

Masih lancar

Beberapa hal dan ciri khas yang perlu diingat dari Crunchbang 10 Statler XFCE ini adalah:

1. Masih bukan distro Linux terringan, tapi mungkin distro dengan XFCE terringan.

1,5. Tidak ajaib. Jangan harap mentang-mentang distro ringan kita jadi bisa video editing durasi panjang atau main game setara World of Warcraft dengan komputer spek rendah.

2. Fitur lengkap seperti distro XFCE lainnya. Seperti yang sudah umum diketahui, XFCE juga bisa menjalankan aplikasi-aplikasi GNOME secara default.

3.  Berbasis pada Debian Testing (rolling release, repository sangat lengkap, tidak kompatibel penuh dengan  PPA).

4. Tidak ada tombol menu secara default (bisa ditambahkan). Sebagai gantinya, tekan shortcut yang telah tersedia atau klik-kananlah pada desktop untuk akses semua aplikasi.

5. Tidak direkomendasikan untuk orang yang pertama kali menggunakan Linux.

6. Download di sini. Sekali lagi, ada versi Openbox yang lebih ringan dari ini dan sama-sama berbasis pada Debian Testing, tapi saya secara pribadi merekomendasikan versi XFCE.

7. Minimal dan minimalis, tapi tetap fungsional. Itu idenya menurut saya.

Tertarik? Silahkan luangkan waktu dan install pada komputer Anda dengan cara yang kurang lebih sama seperti distro linux lain. Di komputer lambat saja lancar, apalagi di komputer Anda, pasti was wes wos :D .

Linux Kepala Dua

Ini bukan tentang distro Linux dengan maskot makhluk berkepala dua, tapi ini tentang Linux yang akan menginjak 20 tahun pada tahun 2011 ini.

Siapa yang tidak tahu Linux sekarang? Banyak! Linux digunakan di mana-mana, mulai dari server, superkomputer, desktop biasa, perangkat elektronik rumahan, desktop, dan yang sedang naik daun sekarang, ponsel Android. Dibalik kesuksesan itu semua, terdapat sejarah yang bisa kita lihat dalam video singkat menarik berikut ini.

Video ini diupload oleh The Linux Foundation sebagai salah satu ucapan selamat datang pada pecinta Linux yang akan merayakan hari kelahiran Linux pada bulan Agustus nanti.